Memori pada masanya
" Semua ungkapan untukmu hanya sia-sia.
Sebab aku menulis lewat kata.
Dan kau tak mampu merasa pun membaca.
Namun sedikitpun aku tak kecewa.
Sebab, lewat kata aku melega.
Karna itu caraku bersuara.
Tentang rindu dan apapun mengenai kita.
Waktu akan berbicara.
Mengungkap semua rindu dan dendam yang membara.
Akan tiba saat kita saling memandang mata.
Mengurai segala langkah-langkah kaki.
yang berjalan sendiri-sendiri.
Pada menit yang menghari.
Kelak kita akan saling mengisi.
Kosong yang tertinggal lama, bernama hati. "
No comments:
Post a Comment